Dalam ajaran Islam, manusia akan dibagi menjadi tiga golongan setelah mati dan dibangkitkan di hari kiamat. Pembagian ini dijelaskan dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 7–11:
“Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).” (QS. Al-Waqi’ah: 7–10).
Pertama, Ashab al-Maimanah (golongan kanan), yaitu orang-orang beriman yang amal baiknya lebih banyak daripada keburukannya. Mereka akan mendapat perlindungan Allah dan kenikmatan surga.
Kedua, Ashab al-Masy’amah (golongan kiri), yaitu orang-orang kafir dan durhaka yang lebih banyak amal buruknya. Mereka akan menerima azab dan kesengsaraan di neraka.
Ketiga, As-Sabiqun (golongan terdahulu), yaitu orang-orang yang mendahului dalam iman dan amal saleh, seperti para nabi, syuhada, dan orang-orang yang ikhlas. Mereka memperoleh derajat tertinggi di surga, dekat dengan Allah.
Pembagian ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kekal.
Oleh karena itu, setiap muslim dituntut untuk bersegera dalam kebaikan agar termasuk golongan kanan atau bahkan golongan terdahulu yang dilindungi dan dimuliakan Allah.
