“Orang yang sangat menilai tujuan‑tujuan materialistik seperti uang, kepemilikan, citra, dan status melaporkan tingkat kesejahteraan pribadi serta kesehatan psikologis yang lebih rendah dibanding mereka yang menilai tujuan intrinsik seperti pertumbuhan diri, hubungan dekat, dan keterlibatan dalam komunitas.”
Narasi lawan terhadap orientasi “memiliki” sangat banyak dalam Al‑Qur’an. Kitab ini berulang kali menegaskan bahwa nilai manusia tidak diukur dari kepemilikan, melainkan dari kesadaran, amal, dan ketulusan.
Narasi Lawan dalam Al‑Qur’an terhadap “modus memiliki”
QS. Al‑Takatsur (102:1‑2)
“Bermegah‑megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
Kritik langsung terhadap mentalitas akumulasi: manusia sibuk menghitung harta, lupa menghitung makna.
QS. Al‑Hadid (57:20)
“Kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling bermegah‑megahan dalam kekayaan dan anak keturunan.”
Dunia digambarkan sebagai panggung ilusi; kepemilikan hanyalah dekorasi sementara.
QS. Al‑Humazah (104:1‑3)
“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung‑hitungnya, ia mengira hartanya akan mengekalkannya.”
Di sini, having mode menjadi penyakit spiritual: mengira benda bisa memberi keabadian.
QS. Al‑Qasas (28:76‑82)
Kisah Qarun adalah alegori klasik tentang manusia yang tenggelam dalam kepemilikan. Ia menolak berbagi, dan akhirnya ditelan bumi—simbol kehancuran ego materialistik.
QS. Al‑Layl (92:18‑21)
“Yang memberikan hartanya untuk membersihkan diri, bukan karena ingin balasan, tetapi semata mencari keridaan Tuhannya.”
Ini adalah being mode versi Qur’ani: memberi bukan untuk memiliki, tapi untuk menjadi.
Inti Pesan Qur’ani
Al‑Qur’an menempatkan kepemilikan sebagai amanah, bukan identitas. Ia menolak logika “aku punya, maka aku ada,” dan menggantinya dengan “aku memberi, maka aku hidup.”
Inti Pesan Qur’ani
Al‑Qur’an menempatkan kepemilikan sebagai amanah, bukan identitas. Ia menolak logika “aku punya, maka aku ada,” dan menggantinya dengan “aku memberi, maka aku hidup.”
