Sedekah Ucapan

Sedekah tidak selalu berbentuk materi, melainkan juga bisa berupa ucapan yang baik. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada sedekah yang lebih utama dan lebih dicintai Allah selain perkataan yang baik. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai ucapan yang membawa manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Sebaliknya, ucapan yang berisi keburukan seperti caci-maki, fitnah, ghibah, atau kebohongan tidak termasuk dalam sedekah, bahkan bisa mendatangkan dosa.

Mengucapkan kata-kata yang baik kepada orang lain berarti memberikan sedekah yang bernilai tinggi, meskipun tidak berupa harta. Orang lain tetap memperoleh manfaat dari ucapan tersebut, baik berupa ketenangan, semangat, maupun kebahagiaan. Dalam hadis disebutkan bahwa ucapan yang baik adalah sedekah yang paling utama, karena Allah SWT hanya menyukai hal-hal yang baik dan tidak menerima keburukan. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Mahabaik, dan Dia tidak menerima kecuali hal-hal yang baik.”

Orang yang menjaga lisannya dengan ucapan baik akan beruntung di dunia dan akhirat. Sebaliknya, orang yang membiarkan lisannya mengucapkan keburukan akan menyesal. Abdullah bin Mas’ud pernah menasihati lisannya agar hanya berkata baik atau diam, karena diam lebih menyelamatkan daripada mengumbar keburukan. Ibnu Rajab juga menegaskan bahwa setiap ucapan dan perbuatan adalah benih yang akan dipanen di akhirat; siapa yang menanam kebaikan akan menuai kemuliaan, sedangkan yang menanam keburukan akan menuai penyesalan.

Nabi SAW bahkan menyebut orang yang tidak menjaga lisannya sebagai orang yang tidak beriman. Beliau bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ucapkanlah kata-kata yang baik atau diamlah.” Imam Ibnu Hibban menambahkan bahwa orang berakal sebaiknya lebih banyak diam daripada bicara, karena banyak orang menyesal karena perkataan, sedangkan sedikit yang menyesal karena diam. Ucapan yang baik adalah ciri utama seorang Muslim, sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa Muslim terbaik adalah yang tidak mengganggu orang lain dengan lisan maupun tangannya.

Leave a comment