Islam in the European Empire

Pada masa kejayaan kolonial, kekuatan Eropa seperti Inggris, Prancis, Belanda, Rusia, dan Jerman memerintah wilayah yang dihuni jutaan Muslim. Bahkan, beberapa imperium Eropa menguasai lebih banyak Muslim dibandingkan negara Islam merdeka saat itu JSTOR Oxford Academic. Hubungan antara Islam dan kekuasaan kolonial bersifat kompleks: di satu sisi, otoritas Eropa berusaha memanfaatkan lembaga dan pemimpin Islam untuk memperkuat legitimasi kekuasaan; di sisi lain, Islam sering menjadi sumber perlawanan dan inspirasi gerakan anti-imperial JSTOR Oxford Academic.

Kolonialisme mendorong lahirnya interaksi baru antara tradisi Islam dan modernitas Barat. Administrasi kolonial mengatur pendidikan, hukum, dan kehidupan sosial Muslim, sering kali dengan tujuan mengendalikan masyarakat. Namun, kebijakan ini juga memicu kebangkitan intelektual dan politik Islam, yang menekankan identitas keagamaan sebagai bentuk perlawanan.

Dengan demikian, Islam dalam konteks imperium Eropa bukan hanya objek kontrol, tetapi juga kekuatan dinamis yang membentuk sejarah kolonial dan pascakolonial. Ia menjadi simbol ketahanan budaya dan spiritual, sekaligus sarana mobilisasi politik yang menantang dominasi asing.

Sources: JSTOR Oxford Academic

1 Comment

  • Jhon Miller
    Posted June 30, 2017 1:45 pm

    This has been the most exciting experience in our professional life so far, and we would like to thank your wonderful customer support team for making it easy and fun to work with the product!

Leave a comment