Hadis ke-6 menyoroti kedermawanan Nabi Muhammad ﷺ, khususnya di bulan Ramadan. Riwayat Ibnu Abbas menggambarkan beliau sebagai sosok paling dermawan, bahkan lebih cepat dalam kebaikan daripada angin berhembus.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.
Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya setiap malam untuk mempelajari Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ lebih cepat dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.
Ringkasan Hadis
- Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai sosok paling dermawan.
- Kedermawanan beliau meningkat di bulan Ramadan.
- Jibril mendatangi Nabi setiap malam Ramadan untuk mudārasa Al-Qur’an.
- Kebaikan Nabi digambarkan lebih luas dan cepat daripada angin berhembus.
Tema Utama
- Spiritual: Ramadan sebagai momentum peningkatan ibadah dan kebaikan.
- Sosial: Kedermawanan Nabi menjadi teladan solidaritas umat.
- Ilmiah: Tradisi mudārasa Al-Qur’an menegaskan pentingnya belajar bersama.
- Filosofis: Amal salih sebagai energi yang menyebar cepat seperti angin.
Kesimpulan
Hadis ke-6 menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan kedermawanan. Nabi Muhammad ﷺ menjadi teladan dalam menggabungkan spiritualitas, ilmu, dan amal sosial, sehingga kebaikan menyebar luas dan cepat.
